Kamis, 20 November 2008

Dimana aku harus mencari jalan keluar ?

Sebenarnya aku tidak ingin memikirkan masalah terlalu dalam sehingga justru aku menjadi lebih terpuruk karena menghabiskan energi hanya untuk memikirkan masalah ini. Tanpa mencari cara baru serta penyelesaian baru dari masalah. Detik ke detik aku terus berupaya "berkomunikasi" dengan Alloh yang Maha Besar... Mengharapkan keajaiban-keajaiban jatuh dari langit, dan merasakan bagaimana rasanya "ketiban ndaru"... Kesalahan hidup dimasa silam telah menjadikan aku benar-benar seperti satria wirang saat ini. Saat yang ketika remaja aku impikan dalam keadaan tangga-tangga kesuksesan, qodarulah.. tangga-tangga yang penuh derita lah yang saat ini aku tanggung... Beban yang teramat berat, setiap saat menghirup kehidupan dan melangkahkan kaki menyusuri jalan taqdir ini seperti mendaki kaki langit.. Yaa Alloh hanyalah dengan pertolongan-Mu dan keajaiban-Mu yaa Alloh.. Hamba menyandarkan harapan dan senyuman yang nantinya akan aku sungging di bibir ini hanya kepada-Mu yaa Alloh. Yaa Alloh yang Maha Kaya yang sanggup aku mintai jalan keluar dari MASALAH KEUANGAN ku ini.. yang hampir tidak pernah selesai sejak setahun terakhir ini... Yaa Alloh semoga tahun depan engkau berikan jalan yang lebih lapang untuk kami yaa Alloh...
... Bersambung... H ehe h..

Yaa Alloh Jangan biarkan aku menjadi hamba yang berputus asa dari rahmat-Mu

Doa ini terasa amat keras dan juga menyayat hatiku. Tapi inilah doa beberapa hari terakhir ini yang sering aku panjatkan. Beratnya menahan tekanan hidup, beratnya menjaga perasaan serta kebahagiaan istri dan anak ku membuat aku merasa begitu berat menanggung beban ini sendirian. Aku nggak mungkin cerita ke istriku karena pasti dia belum bisa menerima semua ini. Hanya pada-Mu yaa Rabb... Hamba memohon keajaiban. Ya! Keajaiban karena dalam hitung-hitungan hamba hanya keajaiban-Mu lah yang bisa menyelesaikan masalahku ini.
Yaa Alloh janganlah Engkau menjauh dari hamba... Yaa Alloh tanpa keajaiban-Mu yaa Alloh hamba tidak akan kuat menatap lagi, hamba nggak sanggup mengangkat kepala ini dengan bangga sebagai Muslim yang punya harga diri yaa Alloh..
Yaa Alloh saat aku bingung seperti ini hanya kebesaran-Mu yang sanggup menolongku yaa Alloh.. Yaa Alloh aku tiada bisa lagi bersikap merengek seperti anak-anak kecuali kepada-Mu semata.. Yaa Alloh sedikit ini rizki-Mu banyakpun rizki-Mu yaa Alloh.. Yaa Rabb ampunilah kami jika selama ini kami malas menghadap-Mu di sepertiga malam terakhir, ampunilah kami yang tidak amanah menjaga anak dan harta dari Engkau. Yaa Rabb pertolongan-Mu adalah nyata, janji-Mu adalah kebenaran, rahmat-Mu meliputi semua makhluk-Mu.. Yaa Alloh selamatkan jiwa kami dari kekeringan serta kebencian dengan sesama keluarga kami dikarenakan masalah hidup kami yaa Alloh..
Antara harapan dan kepasrahan atau entah keputus-asaan aku terus "meraung" dan menangis tersedu-sedu. Memohon belas kasih Alloh sang Penguasa jiwa. Ketika hati terasa gelisah, ketika jiwa ini terasa resah, betapa "sapaan" Alloh Rabbul 'Alamin adalah penyembuh sejati, penyembuh bagi jiwa-jiwa yang rindu akan kasih sayang Ar-Rahman.. Yaa Alloh hamba akan menyelesaikan masalah ini dengan nama-Mu yang agung, hamba akan bangkit dengan kebesaran-Mu yang mengayomi seluruh makhluk, yaa Alloh dengan cinta-Mu hamba akan menghadapi tantangan hidup ini.. Yaa Alloh dekatkan kami selalu dengan-Mu...

Rabu, 19 November 2008

Satria Wirang

Sudah mendapatkan simpati dari orang lain. Watak yang jelek, kalau tidak hati – hati tindakannya akan mendapat aib. Inilah penjelasan yang kudapat dari http://www.geocities.com/iwidiantara/watak_manusia.htm ketika lagi googling tentang makna Satria Wirang. Judul Blog untuk pertama kalinya sebagai newbie diriku coba ikut mengharu-biru kedahsyatan dunia Blog. Maunya ganti nama saja tapi watak ini kayaknya gak jelek-jelek amat. Yah asal hati-hati dalam hidup ini.
Jujur! Sebenarnya banyak generasi kita sekarang yang tergolong generasi Satria Wirang ini. Betapa tidak sudah susah-susah belajar dari Play Group sampai S1 bahkan S2 (Sudah menjadi "Satria") Eh... Kagak ngarti mau kerja apaan...
Berita terakhir temen-temen mahasiswa pada berantem sesama mahasiswa, sama polisi bahkan hampir ribut sama dosen. Generasi yang benar-benar "Wirang"... Tapi apakah seperti itukah gambaran wajah generasi muda kita? Yang Parno lah, yang Borju lah, yang Gak sabaran dan seabreg cap-cap negatif laen tertempel disana-sini menggelayut di pundak muda-mudi Indonesia tercinta...
Kalo gak kawin muda yang udah kerja terjerat kartu kredit sampe bingung mau bayar dari mana. Mungkin benar juga kata mbah Kiyosaki kalo generasi muda sekarang hidup untuk membayar utang.. Iih ngeri.. Utang sama siapa ? Ya siapa lagi kalo bukan sama "Bayang-bayang hitam" pemilik modal global.. Segelintir orang yang menguasai emas dan mempermainkan ekonomi Dunia. Ekonomi Dunia man..! Wuih kok arahnya nyrempet-nyrempet "teori konspirasi" ya... He he he... Dulu Bung Karno pernah bilang kalo Indonesia nggak butuh apa-apa selain para pemuda pemudi yang cerdas dan punya semangat juang yang tinggi karena semua modal kekayaan alam sudah diinjak di bawah telapak kaki, sudah terhirup setiap hari, sudah terhidang di setiap sudut-sudut negeri..
Aku gak tahu apakah aku termasuk satria wirang - satria wirang yang sedang aku gunjing ini ataukah aku lebih jelek dari mereka.. Hmm...

Sidoarjo November 08
Dikala hati resah ...